Cara Umroh yang Benar: Panduan Lengkap, Rukun & Doanya

Cara Umroh yang Benar: Panduan Lengkap dari Niat Hingga Tahallul

Kenapa Penting Mengetahui Cara Umroh yang Benar?

Menunaikan ibadah umroh adalah impian setiap Muslim. Namun, agar ibadah ini sah dan diterima oleh Allah ﷻ, jamaah perlu memahami tata cara umroh yang benar sesuai sunnah Rasulullah ﷺ. Dengan memahami setiap tahapannya, ibadah akan lebih khusyuk, bermakna, dan terhindar dari kesalahan yang membatalkan umroh.

👉 Baca juga: Biaya Umrah 2025 agar Anda bisa mempersiapkan keberangkatan dengan matang.

Cara umroh yang benar ditunjukkan oleh jamaah umroh yang sedang thawaf mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram dengan suasana pagi penuh kekhusyukan.

1. Niat Umroh dan Ihram

Setiap ibadah dimulai dengan niat, begitu pula dengan umrah. Jamaah wajib berniat di miqat (batas wilayah untuk memulai ihram).
Lafaz niat umroh:

“Labbaikallahumma ‘umratan”
(Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk menunaikan umrah)

Larangan ihram:

  • Tidak boleh memotong kuku atau rambut

  • Tidak memakai wangi-wangian

  • Tidak menutupi kepala (bagi pria) atau wajah (bagi wanita)

  • Tidak berhubungan suami istri

📍 Baca juga: Panduan Lengkap Umroh: Persiapan, Proses, dan Tips

2. Thawaf Mengelilingi Ka’bah

Setelah tiba di Masjidil Haram, jamaah melakukan thawaf sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah, dimulai dari Hajar Aswad.

Hal penting saat thawaf:

  • Lakukan tujuh putaran berlawanan arah jarum jam

  • Jaga wudhu selama thawaf

  • Hindari dorong-mendorong

  • Perbanyak doa dan dzikir

Setelah selesai, shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, lalu minum air Zamzam dengan niat mendapatkan keberkahan.

3. Sa’i antara Bukit Safa dan Marwah

Setelah thawaf, jamaah melanjutkan sa’i yaitu berjalan antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali bolak-balik, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah.
Saat melewati area hijau, pria disunnahkan berlari kecil.

Doa di Bukit Safa:

“Inna ash-shafa wal marwata min sya’a’irillah…” (QS. Al-Baqarah: 158)

Sa’i melambangkan perjuangan Hajar mencari air untuk Nabi Ismail — simbol kesabaran dan keyakinan kepada Allah.

4. Tahallul (Mencukur Rambut)

Tahapan terakhir adalah tahallul atau mencukur rambut.

  • Laki-laki: Dianjurkan menggundul (halq), namun boleh juga memendekkan rambut.

  • Perempuan: Cukup memotong sedikit ujung rambut sepanjang satu ruas jari.

Dengan tahallul, seluruh larangan ihram telah dicabut dan ibadah umroh selesai.

Doa dan Dzikir Setelah Umrah

Setelah selesai melaksanakan seluruh rukun umrah, luangkan waktu untuk berdoa di Masjidil Haram. Mohon ampunan, keberkahan, serta doa agar dapat kembali ke Tanah Suci di kesempatan berikutnya.

“Allahummarzuqnī ‘audatan ilā baitikal-harām fī kulli ‘ām.”
(Ya Allah, berikanlah aku rezeki untuk kembali ke rumah-Mu setiap tahun.)

📿 Baca juga: Doa Agar Bisa Umroh dan Dimudahkan Rezeki agar Allah membukakan jalan menuju Tanah Suci dan memudahkan setiap langkah Anda.

Tips Umrah Agar Lancar dan Mabrur

  • Pelajari manasik umroh sebelum berangkat

  • Ikuti arahan mutawwif/pembimbing

  • Perbanyak sabar dan ikhlas selama ibadah

  • Hindari dokumentasi berlebihan

  • Gunakan waktu di Masjidil Haram untuk beribadah

Kesimpulan

Mengetahui cara umrah yang benar adalah langkah penting agar ibadah Anda sah, lancar, dan penuh makna. Dengan niat tulus, pemahaman rukun umroh, serta bimbingan dari travel terpercaya, insyaAllah perjalanan spiritual Anda menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Ingin umroh dengan bimbingan profesional dan pembimbing berpengalaman?
Kunjungi Manasik.co.id dan temukan paket umrah terbaik 2025 yang sesuai kebutuhan Anda.

⇒ Untuk Konsultasi Umroh dan Haji bisa hubungi kami di nomor : 0812-1555-8067

FAQ: Cara Umroh yang Benar

1. Apa saja rukun umroh yang wajib dilakukan?

Rukun umroh terdiri dari lima hal utama: niat ihram, thawaf, sa’i antara Safa dan Marwah, tahallul (memotong rambut), dan tertib dalam pelaksanaannya. Jika salah satu ditinggalkan, maka umrah tidak sah. Pastikan semua rukun dikerjakan dengan urutan yang benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.


2. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan umroh?

Waktu terbaik untuk umrah adalah di luar musim haji (bulan Syawal hingga Rajab) karena kondisi Tanah Suci tidak terlalu padat. Selain itu, banyak jamaah juga memilih umrah Ramadhan karena pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah ﷺ.


3. Apa perbedaan antara haji dan umroh?

Perbedaan utamanya terletak pada waktu, hukum, dan rukun ibadahnya.

  • Haji hanya bisa dilakukan pada bulan Zulhijjah dan hukumnya wajib bagi yang mampu.

  • Umrah bisa dilakukan kapan saja dan hukumnya sunnah muakkadah.
    Keduanya memiliki nilai spiritual tinggi, namun umrah bisa menjadi langkah awal menuju haji mabrur.


4. Bagaimana cara menjaga kekhusyukan selama ibadah umrah?

Kunci utama menjaga kekhusyukan adalah niat yang tulus, menghindari hal duniawi, dan memperbanyak dzikir serta doa selama berada di Tanah Suci. Hindari terlalu fokus pada foto atau belanja, dan gunakan setiap waktu di Masjidil Haram untuk beribadah dan merenung.


5. Apakah wanita boleh umroh tanpa mahram?

Untuk jamaah Indonesia, kebijakan resmi Kementerian Haji Arab Saudi kini memperbolehkan wanita berangkat tanpa mahram selama tergabung dalam rombongan resmi travel berizin dan ada pembimbing wanita. Namun tetap disarankan agar ada teman atau kerabat yang mendampingi demi keamanan dan kenyamanan.


6. Apa yang harus dipersiapkan sebelum berangkat umrah?

Beberapa persiapan penting sebelum umroh meliputi:

  • Melengkapi dokumen perjalanan (paspor, visa, vaksin)

  • Mengikuti manasik umrah

  • Membawa perlengkapan ibadah dan pakaian ihram

  • Menjaga kesehatan dan niat yang lurus hanya karena Allah


7. Berapa lama waktu pelaksanaan umrah biasanya?

Durasi umrah biasanya 7–10 hari, tergantung pada paket perjalanan yang dipilih. Ada juga program umroh plus ke destinasi lain seperti Turki, Mesir, atau Dubai dengan durasi lebih panjang.
Selengkapnya baca: Umrah Berapa Hari? Panduan Durasi dan Jadwal 2025

Scroll to Top