

Sa’i adalah salah satu rangkaian utama dalam ibadah umroh. Jamaah berjalan dari Bukit Safa ke Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Ibadah ini mengingatkan umat Islam pada perjuangan Hajar dalam mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.
Saat melaksanakan sa’i, jamaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan permohonan kepada Allah SWT. Doa sa’i tidak harus berupa bacaan panjang. Jamaah boleh membaca doa yang mudah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau berdoa dengan bahasa sendiri.
Jika ingin memahami urutan ibadah umroh secara lengkap, baca juga cara umroh yang benar.
Apa Itu Sa’i?
Sa’i adalah berjalan antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari Marwah ke Safa dihitung satu kali berikutnya.
Sa’i dilakukan setelah tawaf. Karena itu, jamaah sebaiknya memahami urutan ibadah agar tidak bingung saat berada di Masjidil Haram.
Bacaan Saat Mendekati Safa
Saat mendekati Safa, jamaah dapat membaca ayat berikut:
Arab:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Latin:
Innas-shafa wal-marwata min sya‘a’irillah.
Artinya:
“Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.”
Setelah itu, jamaah dapat membaca:
Latin:
Abda’u bima bada’allahu bih.
Artinya:
“Aku memulai dengan apa yang Allah mulai.”
Bacaan ini menunjukkan bahwa sa’i dimulai dari Safa, sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Qur’an.
Dzikir di Safa dan Marwah
Ketika berada di Safa atau Marwah, jamaah dapat menghadap kiblat, bertakbir, bertahlil, dan berdoa.
Arab:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”
Kemudian membaca:
Arab:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin:
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Setelah membaca dzikir, jamaah dapat berdoa sesuai hajat masing-masing.
Doa Saat Sa’i
Berikut doa yang bisa dibaca selama berjalan antara Safa dan Marwah:
Arab:
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ
Latin:
Rabbighfir warham, innaka antal-a‘azzul-akram.
Artinya:
“Ya Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia.”
Doa ini boleh dibaca selama sa’i. Jamaah juga boleh membaca doa lain yang mudah dihafal.
Doa Memohon Kekuatan dan Kesabaran
Sa’i membutuhkan tenaga, terutama bagi jamaah lansia atau yang kondisi fisiknya terbatas. Jamaah bisa membaca doa berikut:
Arab:
اللَّهُمَّ قَوِّنِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَارْزُقْنِي صَبْرًا وَإِخْلَاصًا فِي عِبَادَتِي
Latin:
Allahumma qawwini ‘ala tha‘atik, warzuqni shabran wa ikhlashan fi ‘ibadati.
Artinya:
“Ya Allah, kuatkanlah aku dalam ketaatan kepada-Mu, dan berilah aku kesabaran serta keikhlasan dalam ibadahku.”
Doa ini cocok dibaca saat jamaah merasa lelah, tetapi tetap ingin menyelesaikan ibadah dengan tenang.
Doa Agar Umroh Diterima
Saat sa’i, jamaah juga bisa memohon agar ibadah umrohnya diterima Allah SWT.
Arab:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin:
Rabbana taqabbal minna innaka antas-sami‘ul ‘alim.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Untuk pembahasan tambahan, baca juga doa umroh mabrur.
Bolehkah Membaca Doa Sendiri Saat Sa’i?
Boleh. Saat sa’i, jamaah tidak wajib membaca satu doa tertentu sepanjang perjalanan. Jamaah boleh membaca doa dari Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, atau berdoa dengan bahasa sendiri.
Contoh doa dengan bahasa Indonesia:
“Ya Allah, terimalah ibadah umrohku, ampunilah dosaku, kuatkanlah tubuhku, tenangkanlah hatiku, dan jadikan perjalanan ini sebagai jalan untuk memperbaiki diri.”
Adab Saat Melaksanakan Sa’i
Agar sa’i berjalan tertib dan khusyuk, perhatikan adab berikut:
- Memulai sa’i dari Safa dan mengakhirinya di Marwah.
- Menjaga niat hanya karena Allah SWT.
- Tidak tergesa-gesa secara berlebihan.
- Tidak mendorong jamaah lain.
- Memperbanyak doa dan dzikir.
- Mengikuti arahan pembimbing jika bersama rombongan.
- Menjaga kondisi fisik dan minum secukupnya.
- Tetap tenang jika area sa’i sedang ramai.
Catatan untuk Jamaah Lansia atau Kondisi Fisik Terbatas
Jamaah lansia atau yang memiliki kondisi fisik tertentu dapat menggunakan kursi roda atau bantuan yang tersedia sesuai aturan. Tidak perlu memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan.
Yang penting adalah ibadah dilakukan sesuai kemampuan, tertib, dan mengikuti arahan pembimbing.
Baca juga panduan manasik umroh agar persiapan ibadah lebih matang.
Setelah Selesai Sa’i
Setelah menyelesaikan tujuh kali perjalanan antara Safa dan Marwah, jamaah melanjutkan tahallul, yaitu memotong sebagian rambut. Setelah tahallul, rangkaian ibadah umroh selesai.
Jamaah dapat memperbanyak syukur dan membaca doa agar ibadah diterima Allah SWT.
FAQ Doa Sa’i
Salah satu doa yang bisa dibaca adalah Rabbighfir warham, innaka antal-a‘azzul-akram, yang artinya memohon ampunan dan rahmat kepada Allah SWT.
Tidak ada doa wajib khusus sepanjang sa’i. Jamaah boleh membaca doa yang mudah, berdzikir, atau berdoa dengan bahasa sendiri.
Sa’i dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah setelah tujuh kali perjalanan.
Boleh. Jamaah boleh berdoa dengan bahasa Indonesia selama maknanya baik dan ditujukan kepada Allah SWT.
Jamaah dapat membaca Innas-shafa wal-marwata min sya‘a’irillah, yang artinya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.
Setelah sa’i, jamaah melakukan tahallul dengan memotong sebagian rambut sebagai penutup rangkaian ibadah umroh.
Boleh jika kondisi fisik membutuhkan bantuan. Jamaah dapat mengikuti fasilitas dan arahan yang berlaku di area sa’i.
Tidak harus sama. Saat tawaf dan sa’i, jamaah boleh membaca doa yang berbeda sesuai kebutuhan dan hajat masing-masing.
Kesimpulan
Doa sa’i membantu jamaah menjaga kekhusyukan saat berjalan antara Safa dan Marwah. Tidak ada doa wajib khusus yang harus dibaca sepanjang sa’i, sehingga jamaah boleh membaca doa yang mudah, berdzikir, atau berdoa dengan bahasa sendiri.
Yang paling penting adalah menjaga niat, mengikuti tata cara ibadah dengan benar, tidak menyakiti jamaah lain, dan memohon agar ibadah umroh diterima Allah SWT.
Untuk melengkapi persiapan, baca juga doa tawaf dan bacaan doa manasik umroh lengkap.




