foto: www.thejournal.ie
 

manasik.co.id :: Kasih sayang Allah memang begitu besar kepada hamba-hamba Nya, di mana untuk masuk ke dalam surga saja, Allah menyediakan beberapa pintu. Tidak hanya berhaji atau umroh, bahkan saat kita menahan amarah pun termasuk pintu menuju surga. MasyaAllah.

Oleh sebab itu, kita semua terkhusus jamaah yang sedang berhaji dan umroh semestinya menjadi orang yang pertama bisa menahan amarah, karena mereka dididik dan dilatih lewat pelaksanaan ibadah haji dan umroh untuk mengendalikannya. Perjalanan mereka dari tanah air menuju tanah suci sangat begitu jauh dengan membawa kelelahan yang luar biasa. Namun karena mereka datang dengan niat memenuhi panggilan Allah mereka bisa bersabar dan bisa menahan amarah akibat dari kelelahan perjalanan dan aktivitas ibadah.

Nabi Muhammad Saw bersabda “Jangan kamu marah maka bagimu surga “ Didalam kitab asbabul wurud menyebutkan bahwa asal muasal keluar hadits ini yaitu : Abu Darda' saat meminta petunjuk kepada Rasulullah Saw, tentang amalan yang dapat membuatnya masuk kedalam surga. Rasulullah Saw pun bersabda: "Janganlah engkau marah, dan (karena jika engkau mampu menahan amarahmu) maka bagimu surga".

Jadi, apakah dengan tidak marah maka otomatis bisa masuk surga? Hadits dengan tambahan "walakal jannah" yang diriwayatkan imam thobroni mempunyai dua jalur periwayatan, salah satunya shohih. Dalam konteks hadits tersebut jawabannya orang yang mampu menahan dan mengendalikan amarahnya, InsyaAllah akan diganjar pahala berlimpah termasuk bisa melalui pintu surga. 

Akan tetapi hadist ini jangan dipahami bahwa umat Islam cukup menahan amarah saja dan tidak mengerjakan perintah lainnya. Namun intinya, jamaah haji atau umroh bisa mengendalikan amarah saat berada di tanah suci bisa membantu mereka menggapai surga Allah dan keridhoanNya. Selain itu dengan amarah tidak bisa menyelesaikan sebuah permasalahan dan hanya membuat sebuah tempat untuk hawa nafsu menguasai jiwa kita. Dan jika hawa nafsu menguasai jiwa, inilah yang akan membuat kita berat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merusak nilai nilai ikhlas dalam ibadah tersebut. Semoga kita semua tergolong umatNya yang bersabar dan bisa mengendalikan amarah dengan baik di mana pun berada. 

 

Oleh: Firman Zamzami Muhammad LC

Sumber: Labbaik.id