Saat menjalankan ibadah haji, banyak orang berpikir bahwa melempar jumrah sama halnya dengan melempar setan yang terikat di monumen jamroh. Prosesi melempar jumroh ini merupakan bagian dari ibadah haji yang dilaksanakan di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi. Prosesi tersebut dilakukan dengan melemparkan batu-batu kecil oleh para jamaah haji ke tiga tiang di kota Mina yang letaknya di dekat Mekkah. Batu-batu itu dikumpulkan oleh para Jamaah dari tanah hamparan Muzdalifah dan kemudian melemparkannya.

Prosesi lempar jumroh ini merupakan kegiatan yang kesembilan dari rangkaian kegiatan ibadah yang wajib dilakukan para jamaah ketika melaksanakan ibadah haji. Pada umumnya kegiatan ini menarik banyak peserta yang jumlahnya sangat besar. Melempar jumroh sendiri menyimbolkan perlawanan manusia terhadap setan. Dalam hal ini manusia harus melakukan perlawanan terhadap setan karena usahanya yang selalu ingin membuat manusia sesat dari jalan kebenaran serta menjauhkannya dari jalan Allah SWT. Dari aktivitas lempar jumrah ini juga disimbolkan sebagai keteladanan Hajar yang menunjukkan sikap dari perlawanan terhadap setan.

Sebuah riwayat menyatakan bahwa saat Nabi Ibrahim membawa Ismail, putranya untuk disembelih, setan membujuk Hajar supaya menghentikan niat suaminya tersebut. Setan menyatakan bahwa, sebagai seorang ibu, Hajar tentu tidak akan sampai hati jika mengetahui bahwa anaknya akan dikorbankan. Ternyata apa yang diperkirakan oleh setan itu meleset, Hajar bukannya menuruti bujukan dari setan justru mengambil batu dan melemparinya berkali-kali.

Di dalam ibadah haji, lempar jumroh ini tidak hanya dilakukan dalam waktu sehari, melainkan 3-4 hari. Hal ini menunjukkan apa yang diperintahkan oleh Allah itu sangatlah tegas supaya manusia benar-benar memusuhi setan dan tidak melakukan persekutuan dengannya. Ada makna yang bisa dikupas dari lempar jumroh ini. Pertama melempar jumroh menunjukkan secara simbolis tentang perlawanan dan permusuhan manusia kepada setan. Kedua, dalam firman-Nya, Allah menyatakan bahwa setan merupakan musuh yang nyata bagi manusia, maka dari itu harus dilawan supaya tidak mampu untuk membujuk dan mengajaknya menjadi penghuni neraka.