Umroh merupakan ibada yang pastinya sangat dinantikan para umat Islam untuk mendapatkan kesempatan mengunjungi Tanah Suci guna menunaikan ibadah layaknya ibadah haji. Ibadah umroh ini bisa dilakukan kapan saja tidak seperti ibadah haji yang harus menunggu musim haji setahun sekali. Maka dari itu, bagi yang belum berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji, bisa melakukan umroh yang tata caranya lebih mudah karena banyaknya agen-agen perjalanan umroh yang ditemukan.

Meski bisa dilakukan kapan saja, umroh juga memiliki keutamaan-keutamaan untuk menjalankan di waktu tertentu. Seperti misalnya keutamaan menunaikan ibadah umroh di bulan Ramadhan dibanding bulan Dzulqa'dah. Pada ulasan berikut ini akan memberikan penjelasan mengenai lebih utama mana menunaikan ibadah umroh di waktu bulan Ramadhan dibandingkan bulan Dzulqa'dah. Berikut ulasannya.

Dikatakan oleh beberapa ulama bahwa menjalankan umroh di bulan Ramadhan pahalanya setara dengan ibadah haji. Banyak riwayat juga menjelaskan mengenai keutamaan menjalankan ibadah umrah di bulan Ramadhan. Nampak terlihat jelas mengenai keutamaan umrah di bulan Ramadhan. Hadits juga menyatakan mengenai hal ini bahwa menjalankan umrah di bulan Ramadhan pahalanya seperti menunaikan ibadah haji. Namun ada juga yang berpendapat bahwa khusus untuk wanita yang menjadi penyebab munculnya hadits tersebut. Hal ini dijelaskan ketika Rasulullah menanyakan kepada seseorang mengenai tujuannya berhaji bersama-Nya.

Dijawabnya bahwa tidak adanya fasilitas yang menjadikan suaminya bisa berhaji bersama Rasulullah dan wanita tetap tinggal di rumah untuk mengurusi rumah tangga. Kemudian Rasullulah menyatakan bahwa akan datang bulan Ramadhan maka berumrahlah, karena umrah di bulan Ramadhan pahalanya sama dengan ibadah haji.

Hal yang berkaitan dengan mana yang lebih utama umrah di bulan Ramadhan atau di bulan Dzulqa'dah, perlu anda ketahui bahwa tidak ada satupun penjelasan yang dinyatakan oleh Nabi mengenai keutamaan berumrah di bulan Dzulqa'dah.

Namun, ada fakta yang menyatakan bahwa umrah yang Nabi lakukan selalu di bulan Dzulqa'dah. Maka dari itu, saat Allah memilih bulan Dzulqa'dah sebagai waktu umrah bagi Nabi, maka terjadi pertentangan antara para ulama mengenai hal tersebut. Hal ini dipicu karena Nabi yang selalu menjalankan umrah di bulan Dzulqa'dah.