Kalimat-kalimat talbiyah yang selalu berulang dikumandangkan oleh para calon jamaah haji yang akan dan sedang menjalankan ibadah haji menjadi sebuah seruan yang akan membangkitkan semangat serta kerinduan umat untuk mengunjungi rumah Allah.

Berikut ini akan dijelaskan hadits yang menjadi keutamaan umrah dan haji. Sebuah hadits menyatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adala penggugur dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan bagi pelakunya melainkan surga." Demikian seperti yang diriwayatkan oleh HR. al-Bukhari. Hadits di atas akan dibahas secara rinci dari berbagai sisi sebagai berikut.

1. Takhirj Hadits

Imam al-Bukhari menyatakan hadits ini yang sahih di Abwabul Umrah mengenai Babu Wujubil Umrah wa Dafhliha yaitu sebuah bab yang menyatakan mengenai kewajibab umrah dan keutamaannya. Imam Muslim juga mengeluarkan dalam sahihnya dari jalan Sumayy budak Abi Bakar bin Abdurrahman, dari Abu Shalil as Samman dari Abu Hurairah r.a secara marfu.

2. Keutamaan

Hadits bisa dikatakan sebagai dalil yang menyatakan keutamaan untuk memperbanyak ibadah umrah. Hal tersebut disebabkan bahwa umrah memiliki banyak keutamaan yang agung, seperti mampu menggugurkan dan menghapus dosa. Hanya, bagi sebagian ulama telah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dosa ini adalah dosa-dosa kecil dan bukan termasuk dosa besar.

Selanjutnya sebagian ulama lagi juga menyatakan bahwa seseorang boleh mengulang ibadah umrah dalam setahun dua kali atau lebih. Hadits tersebut juga menyatakan hal demikian. Seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah. Pasalnya hadits ini akan memberikan penjelasan mengenai pembeda antara haji dan umrah.

Bila umrah hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun, maka hukumnya akan sama saja dengan ibadah haji. Bila demikian, maka di dalam hadits tersebut disebutkan, "Ibadah haji ke ibadah haji berikutnya ....". Namun saat Nabi menyatakan bahwa, "Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya ...." maka hal tersebut menunjukkan bahwa umrah bisa dilakukan secara berulang dan umrah tidak sama dengan haji. Hal tersebut menjadi pembeda antara haji dan umrah, bahwa umrah tidak memiliki batasan waktu, dan bila seseorang terlewatkan dari batas waktu tersebut maka umrahnya tidak sah, sebagaimana haji. Maka bisa dipahami bahwa waktu umrah itu bisa dilakukan kapan saja sehingga umrah tidak sama dengan haji yang hanya dilakukan sekali dalam setahun.